Dijaman yang modern ini peta sudah menjadi bagian lekat pada kehidupan kita dari contoh paling mudah yang dapat diambil yakni penggunaan Google Maps saat mencari suatu tempat atau alamat,
selain itu peta memiliki fungsi sebagai pedoman dalam perencanaan wilayah oleh karena itu peta memiliki peranan yang sangat penting pada kehidupan, tetapi sebelum lanjut pada pembahasan lebih lanjut mengenai peranan peta perlu diketahui makna dari peta sendiri. Berikut ini makna-makna peta menurut beberapa ahli :
selain itu peta memiliki fungsi sebagai pedoman dalam perencanaan wilayah oleh karena itu peta memiliki peranan yang sangat penting pada kehidupan, tetapi sebelum lanjut pada pembahasan lebih lanjut mengenai peranan peta perlu diketahui makna dari peta sendiri. Berikut ini makna-makna peta menurut beberapa ahli :
Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKORSURTANAL,2005) Peta adalah wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan yang dapat menjadi sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan tingkatan pembangunan.
Menurut Aryono Prihandito Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.
Menurut PP Nomor 8 Tahun 2013 Pasal 1 Peta adalah suatu gambaran dari unsur-unsur alam dan buatan manusia, yang berada diatas maupun dibawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu skala tertentu.
Kesimpulannya adalah bahwa peta adalah suatu media yang memiliki informasi-informasi terkait kenampakan bumi maupun data-data kependudukan yang digambarkan pada suatu skala tertentu.
A. Masa Prasejarah
Pada masa ini tepatnya pada 35.000 tahun yang lalu, di dinding gua Lascaux,
Perancis,
para pemburu Cro-Magnon (manusia modern tertua dari Eropa) menggambar hewan mangsa mereka, juga garis yang di percaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada peta modern.
Perancis,
Sumber gambar : https://reydekish.com/2015/09/07/cueva-de-lascaux/
para pemburu Cro-Magnon (manusia modern tertua dari Eropa) menggambar hewan mangsa mereka, juga garis yang di percaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada peta modern.
B. Pada tahun 1700-an
Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.
C. Pada awal tahun 1960-an
Pada awal tahun 1960-an muncul pengembangan litografi foto dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Sebelum lahirnya teknologi pengindraan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis (SIG), pengumpulan data dan pemetaan tentang sumber daya alam dilakukan dengan pengukuran langsung dipermukaan bumi (landsurveying).
Perlu diketahui makna SIG dari beberapa ahli yakni sebagai berikut :
Menurut Linden, (1987) SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan(manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.
Menurut Berry, (1998) SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
Menurut Alter SIG adalah sistem informasi yang mendukung pengorganisasian data, sehingga dapat di akses dengan menunjuk daerah pada sebuah peta.
Kesimpulannya yakni SIG adalah suatu sistem dimana sistem ini memuat segala informasi yang berhubungan dengan data spasial maupun lainnya yang di muat dalam bentuk peta digital.
Lanjut pada tahap selanjutnya,
D. Pada tahun 1967
Pada tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG dimana SIG telah diterapkan pada Ottawa yang terletak di Kanada dan di kembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS( Canadian GIS ) tahapan lanjut dari SIG. CGIS digunakan untuk menyimpan data-data terkait pemanfaatan lahan di Kanada yang dikemas dalam bentuk peta.
E. Pada tahun 1980-an
Penggunaan CGIS hanya bertahan hingga tahun 1970-an yang diakibatkan karena banyaknya perangkat lunak SIG lain yang terbentuk contohnya : ERDAS, ILWIS, ARC/INFO, dan lain-lain.
F. Pada Abad 20-an
Saat ini SIG sudah berkembang pesat dengan kemunculan Web GIS dimana Web GIS mengacu pada perkembangan GIS pada berbagai macam aspek, seperti pada bidang tata letak kota, kehutanan, properti, penanggulangan bencana, dan lain-lain.
Sumber gambar : http://mappingideas.sdsu.edu/health/
Manfaat Web GIS sendiri yakni dengan adanya peta online sebuah daerah pengguna dapat mencari lokasi yang diinginkan secara online melalui jaringan internet.
Sumber gambar : http://mappingideas.sdsu.edu/health/
Manfaat Web GIS sendiri yakni dengan adanya peta online sebuah daerah pengguna dapat mencari lokasi yang diinginkan secara online melalui jaringan internet.
Jadi kesimpulannya yakni bahwa peta pada awalnya memang sudah digunakan untuk menunjukkan suatu lokasi dengan seiring berkembangnya zaman peta memiliki bermacam-macam fungsi dan dapat digunakan oleh seluruh kalangan dengan adanya Web GIS.
Setelah mengetahui sejarah perkembangan peta mulai dari peta konvensional hingga bisa menjadi sebuah sistem informasi geografis perlu diketahui bahwa peta memiliki fungsi menunjukkan suatu lokasi dengan koordinat yang pasti. Koordinat merupakan bilangan-bilangan yang digunakan sebagai penunjuk lokasi suatu titik dalam garis, permukaan, maupun ruang. Kumpulan-kumpulan koordinat disebut dengan sistem koordinat dimana sistem koordinat yang di gunakan pada SIG merupakan kesepakatan internasional dan umumnya sistem koordinat yang digunakan di Indonesia yakni : sistem koordinat Bujur-Lintang dan sistem koordinat UTM (Universal Transverse Mercator).
Pada sistem koordinat Bujur-Lintang keadaan bumi digambarkan pada keadaan aslinya atau eclipse dan posisinya berdasarkan pada Garis Bujur (Longtitude) sebagai X dan Garis Lintang (Lattitude) sebagai Y.
Sumber gambar : http://www.mikirbae.com/2016/08/cara-menentukan-garis-bujur-dan-garis.html?m=1
Dan untuk sistem koordinat UTM adalah acuan koordinat dimana bentuk bumi di gambarkan dalam keadaan datar sehingga terbagi menjadi beberapa zona.
Sumber gambar : http://gis-indonesia.blogspot.com/2011/05/sistem-proyeksi-koordinat-utm-universal.html?m=1
Pada umumnya sistem koordinat UTM lebih sering digunakan pada proyeksi peta dalam menentukan koordinat sebenarnya, untuk proyeksi peta perlu diketahui bahwa dalam membuat peta dalam GIS diharuskan untuk mengubah koordinat gambar(lokasi yang akan di digitasi) menjadi koordinat yang sebenarnya, dengan cara ini peta seolah-olah dalam bentuk aslinya akan tetapi tergambar pada bidang datar. Proyeksi koordinat merupakan hal yang terpenting dalam proses pembuatan peta dalam GIS apabila proyeksi koordinat tidak dilakukan maka digitasi yang dilakukan merupakan hal yang sia-sia karena data yang dimasukkan sudah tidak benar keasliannya (tidak sesuai dengan kondisi existingnya).
Sistem koordinat merupakan komponen penting dalam peta, adapun komponen-komponen lain yang terdapat pasa peta yakni sebagai berikut :
A. Judul Peta
Mencerminkan isi dan tipe data peta dan menunjukkan daerah yang digambarkan.
B. Orientasi Peta
Gambar penunjuk arah mata angin umumnya peta berorientasi utara.
C. Skala Angka
Perbandingan antara jarak di peta dengan jarak yang sebenarnya.
D. Legenda
Penjelasan tentang simbol-simbol yang terdapat pada peta
E. Garis Koordinat
Letak astronomi suatu tempat biasanya terdiri dari garis bujur dan lintang.
F. Lettering Tata Tulis
Tata tulis tulisan dan angka, Objek daratan ditulis dengan huruf tegak,dan objek perairan ditulis dengan huruf miring.
G. Sumber dan Tahun Pembuatan
H. Insert
Peta kecil yang berfungsi memberikan tekanan atau penjelasan pada peta utama.
I. Garis Tepi
J. Tata Warna
Pembeda tinggi rendahnya suatu daerah dan kedalaman laut, memberikan kualitas dan kuantitas peta, dan keindahan(estetika).
K. Simbol
Tanda atau lambang yang mewakili objek di permukaan bumi yang terdapat pada peta.
Setelah mengetahui apa saja aspek-aspek yang terdapat pada peta lanjut pada peranan peta sebagai media visualisasi produk perencanaan spasial di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 terdiri atas Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), Rencana Tata Ruang Provinsi (RTRWP), Rencana Tata Ruang Kabupaten/Kota (RTRW Kab/Kota), Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK), Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
Sumber gambar : https://raflis.wordpress.com/2009/05/16/pola-ruang-wilayah-nasional-lampiran-vii-pp-26-2008/peta-pola-ruang-wilayah-nasional/
Contoh RTRWP
Sumber gambar : http://www.bappedakaltim.com/index.php/peta-rtrwp-kaltim
Contoh RTRW
Sumber gambar : http://bappeda.balikpapan.go.id/content/71/rtrw
Contoh RDTRK
Sumber : http://studiorencana.blogspot.com/2015/03/rencana-detail-tata-ruang-kota.html?m=1
DAFTAR PUSTAKA
Endarto, Danang Sarwono Singgih Prihadi.2009.Geografi.Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Ghozali, Achmad.2017.Powerpoint Dasar-Dasar Perpetaan.Balikpapan : Institut Teknologi Kalimantan.
Irwansyah, Edy.2013.Sistem Informasi Geografis : Prinsip Dasar dan Pengembangan Aplikasi.Yogyakarta : Digibooks.








